Blog ini dibangun untuk memenuhi salah satu proyek matakuliah Termodinamika dengan Dosen Pengampu Bapak Apit Fathurohman, S. Pd., M. Si
Sabtu, 14 Maret 2015
Pemanfaatan Termodinamika
Termodinamika berasal dari bahasa Yunani yaitu thermos yang
berarti panas dandynamic yang berarti perubahan. Termodinamika
adalah kajian mengenai hubungan anatar panas, kerja dan energi dan secara
khusus perubahan panas menjadi kerja. Termodinamika juga dapat diartikan
sebagai ilmu yang menjelaskan kaitan antara besaran fisis tertentu yang
menggambarkan sikap zat di bawah pengaruh kalor. Besaran fisis ini disebut
koordinat makroskopis sistem. Kaitan atau rumus yang menjelaskan hubungan antar
besaran fisis diperoleh dari eksperimen dan kemudian dapat digunakan untuk
meramalkan perilaku zat di bawah pengaruh kalor. Jadi, termodinamika merupakan
ilmu yang berlandaskan pada hasil-hasil eksperimen.
Termodinamika dalam arti sempit merupakan
salah satu bagian dari ilmu alam atau fisika yang mempelajari
materi yang ada dalam keadaan setimbang terhadap perubahan temperatur, tekanan,
volume dan komposisi kimia. Termodinamika didasarkan pada empat konsepsi
empiris, yaitu: hukum ke nol, pertama (yang berkaitan dengan kerja suatu
sistem), kedua dan ketiga termodinamika. Oleh karena itu, sebagian ahli menyatakan
bahwa termodinamika merupakan ranting fisika yang mempelajari hubungan antara
kalor dan kerja.
Ada dua pendapat mengenai pemanfaatan
termodinamika. Fisikawan dan kimiawan lebih condong menggunakan termodinamika
untuk meramalkan dan menghubungkan berbagai sifat zat di bawah pengaruh kalor
dan mengembangkan data termodinamis. Sedangkan para insinyur (engineer) lebih
condong menggunakan data termodinamis dan gagasan dasar ketetapan energi serta
produksi entropi untuk menganalisis perilaku sistem yang kompleks.
Secara umum termodinamika dapat dimanfaatkan
untuk:
a. Menjelaskan kerja
beberapa sistem termodinamis.
b. Menjelaskan mengapa
suatu sistem termodinamis tidak bekerja sesuai dengan yang diharapkan.
c. Menjelaskan mengapa
suatu sistem termodinamis sama sekali tidak mungkin dapat bekerja.
d. Landasan
teoritis para insinyur perencana dalam mendesain suatu sistem termodinamis.
Misalnya: motor bakar, pompa termal, motor roket, pusat pembangkit tenaga listrik,
turbin gas, mesin pendingin, kabel transmisi superkonduktor, laser daya tinggi
dan mesin pemanas surya
Beberapa Penyebab Pemanasan Global
1. Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari.
Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek,
termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan bumi, ia berubah
dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan
menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas
ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun
sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya
jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang
menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan
kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut
akan tersimpan di permukaan bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan
mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut
berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya
konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di
bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk
hidup yang ada di bumi, karena tanpanya planet ini akan menjadi sangat dingin.
Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan tetapi, akibat
jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, maka mengakibatkan
terjadinya pemanasan global.
2. Efek umpan balik
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan
global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang
dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan
akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada
awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena
uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan
menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan
konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila
dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Walaupun umpan balik
ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara
hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat. Umpan
balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki
usia yang panjang di atmosfer. Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan
sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan
memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan
efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan
memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga
meningkatkan efek pendinginan.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh
es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair
dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut,
daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki
kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan
akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi matahari. Hal ini akan menambah
pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus
yang berkelanjutan. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan
CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme
lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga
akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan
berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat
nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada
fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
3. Variasi matahari
Terdapat hipotesa yang
menyatakan bahwa variasi dari matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan
balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan
antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah
meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek
rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah
paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila
aktivitas matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. Penipisan lapisan
ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan
tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an. Fenomena variasi matahari
dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek
pemanasan dari masa praindustri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak
tahun 1950
Proses Termodinamika
Kalor (Q) merupakan energi yang berpindah dari satu benda ke
benda yang lain akibat adanya perbedaan suhu. Berkaitan dengan sistem dan
lingkungan, bisa dikatakan bahwa kalor merupakan energi yang berpindah dari
sistem ke lingkungan atau energi yang berpindah dari lingkungan ke sistem
akibat adanya perbedaan suhu. Jika suhu sistem lebih tinggi dari suhu
lingkungan, maka kalor akan mengalir dari sistem menuju lingkungan. Sebaliknya,
jika suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu sistem, maka kalor akan mengalir
dari lingkungan menuju sistem.
Jika Kalor (Q)
berkaitan dengan perpindahan energi akibat adanya perbedaan suhu, maka Kerja (W) berkaitan
dengan perpindahan energi yang terjadi melalui cara-cara mekanis (mekanis tuh
berkaitan dengan gerak)… Misalnya jika sistem melakukan kerja terhadap
lingkungan, maka energi dengan sendirinya akan berpindah dari sistem menuju
lingkungan. Sebaliknya jika lingkungan melakukan kerja terhadap sistem, maka
energi akan berpindah dari lingkungan menuju sistem.
Salah satu contoh sederhana
berkaitan dengan perpindahan energi antara sistem dan lingkungan yang
melibatkan Kalor dan Kerja adalah proses pembuatan popcorn. Dirimu ngerti
popcorn tidak ? biji jagung yang ada bunganya, garis besarnya seperti ini…
Biasanya popcorn dimasukkan ke dalam wadah tertutup (panci atau alat masak
lainnya). Selanjutnya, wadah tertutup tersebut dipanasi dengan nyala api
kompor. Adanya tambahan kalor dari nyala api membuat biji popcorn dalam panci
kepanasan dan meletup. Ketika meletup, biasanya biji popcorn
berjingkrak-jingkrak dalam panci dan mendorong penutup panci. Gaya dorong biji
popcorn cukup besar sehingga kadang tutup panci bisa berguling ria… Untuk kasus
ini, kita bisa menganggap popcorn sebagai sistem, panci sebagai pembatas dan
udara luar, nyala api dkk sebagai lingkungan. Karena terdapat perbedaan suhu,
maka kalor mengalir dari lingkungan (nyala api) menuju sistem (biji popcorn).
Adanya tambahan kalor menyebabkan
sistem (biji popcorn) memuai dan meletup sehingga mendorong penutup panci (si
biji popcorn tadi melakukan kerja terhadap lingkungan). Dalam proses ini,
keadaan popcorn berubah. Keadaan popcorn berubah karena suhu, tekanan dan
volume popcorn berubah saat memuai dan meletup… meletupnya popcorn hanya
merupakan salah satu contoh perubahan keadaan sistem akibat adanya perpindahan
energi antara sistem dan lingkungan. Masih sangat banyak contoh lain,
sebagiannya sudah gurumuda ulas pada bagian pengantar… Perubahan keadaan sistem
akibat adanya perpindahan energi antara sistem dan lingkungan yang melibatkan
Kalor dan Kerja, disebut sebagai proses termodinamika.
Jenis - Jenis Sistem
Sistem termodinamika berdasarkan sifat dari batasan dan arus benda, energi dan
materi yang melaluinya. Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang
terjadi antara sistem dan lingkungannya, yaitu :
1) Sistem terbuka
Sistem yang mengakibatkan
terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) dan
benda (materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi
peralatan yang melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem
seperti pada kompresor, turbin, nozel dan motor bakar. Sistem mesin motor bakar
adalah ruang didalam silinder mesin, dimana campuran bahan bahan bakar dan
udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem terbuka
ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang bersifat
permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah
sehingga disebut juga dengan control volume. Perjanjian yang kita gunakan untuk
menganalisis sistem adalah :
- Untuk panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai negatif bila keluar dari sistem
- Untuk usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai negatif bila diberikan (masuk) kedalam sistem.
2) Sistem tertutup
Sistem yang mengakibatkan terjadinya
pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan
lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu
dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis batas sistem. Tetapi, energi baik
dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work) dapat melintasi
lapis batas sistem tersebut. Dalam sistem tertutup, meskipun massa tidak dapat
berubah selama proses berlangsung, namun volume dapat saja berubah disebabkan
adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving boundary) pada salah satu
bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup adalah suatu
balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap, tetapi
volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam
balon.
Sebagaimana gambar sistem tertutup dibawah
ini, apabila panas diberikan kepada sistem (Qin), maka akan terjadi
pengembangan pada zat yang berada didalam sistem. Pengembangan ini akan
menyebabkan piston akan terdorong ke atas (terjadi Wout). Karena sistem
ini tidak mengizinkan adanya keluar masuk massa kedalam sistem (massa selalu
konstan) maka sistem ini disebut control mass.
Suatu sistem dapat mengalami pertukaran panas
atau kerja atau keduanya, biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
- Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
- Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis
dinding yaitu dinding adiabatik dan dinding diatermik. Dinding adiabatik adalah
dinding yang mengakibatkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang
lama (lambat). Untuk dinding adiabatik sempurna tidak memungkinkan terjadinya
pertukaran kalor antara dua zat. Sedangkan dinding diatermik adalah dinding
yang memungkinkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang singkat
(cepat).
3) Sistem terisolasi
Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya
pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya : air yang
disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah
sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada
terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan
gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama
dengan energi yang keluar dari sistem.
Karakteristik yang menentukan sifat dari
sistem disebut property (koordinat sistem/variabel keadaan
sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T), volume (v), masa (m), viskositas,
konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga koordinat sistem yang
didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti, berat jenis, volume
spesifik, panas jenis dan lain-lain. Suatu sistem dapat berada pada suatu
kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat sistem
tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi
tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem,
dimana sistem mempunyai nilai koordinat yang tetap. Apabila koordinatnya
berubah, maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan.
Suatu sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam
keadaan seimbang (equilibrium).
Langganan:
Postingan (Atom)